Setting IP Address Sementara dan Virtual di Linux

14 Desember 2010 pukul 11:27 | Ditulis dalam Linux | Tinggalkan komentar
Tag: ,

Pada postingan sebelumnya, saya membahas cara setting IP Address di Debian dan di Fedora, tapi itu secara permanen. Artinya ketika pc restart atau cold booting, IP Address secara otomatis tersetting. Nah, sebagai tambahan pengetahuan, kita bisa menyetting IP secara sementara dan virtual. Nantinya, ketika pc restart atau cold booting, settingan IP tersebut hilang atau tidak tersimpan.

1. Membuat IP Sementara  pada linux

Misal di eth0 dengan IP Address 192.168.10.2 netmask 255.255.255.0

Cara setting IP Sementara di Linux, kurang lebih seperti ini :

Ketikkan perintah dengan format ifconfig<spasi>eth0<spasi>ip_address_eth0<spasi>netmask<spasi>netmasknya

Misal

# ifconfig eth0 192.168.10.2 netmask 255.255.255.0 <enter>

Check dengan perintah ifconfig dan ping IP Address tersebut. Untuk menghapus settingannya, anda tinggal me-restart PC anda.

2. Cara untuk membuat IP Virtual sementara adalah :

Misal IP Virtualnya 192.168.10.3

# ifconfig eth0:1 192.168.10.3 netmask 255.255.255.0 <enter>

Nantinya, ketika kita mengetik perintah ifconfig, maka di bawah keterangan mengenai settingan IP Address di eth0, akan muncul IP Address Virtual dari eth0 sbb :

============================================

eth0 : 1 Link encap : Ethernet   Hwaddr : EE:59:6B:8F:8c:67

inet addr : 192.168.10.3 Bcast : 192.168.10.255  Mask : 255.255.255.0

[dst..hehe]

============================================

Untuk menghapus IP Virtual, ketikkan perintah :

# ifconfig eth0:1 down <enter>

Atau restart PC anda # reboot<enter>

3. Membuat IP Virtual secara permanen

Itu tadi adalah langkah membuat IP Virtual sementara, setelah di “down” atau restart, maka settingan ilang. Nah, untuk membuat IP Virtual secara permanen di Fedora, maka kita tinggal mengkopi file ifcfg-eth0 menjadi ifcfg-eth0:1, pada direktori /etc/sysconfig/network-scripts kemudian setting konfigurasi IP Virtualnya. Langkahnya sama persis dengan mengkonfigurasi IP pada postingan sebelumnya.

  1. Edit file /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-eth0:1
  2. Setting konfigurasi IP sesuai yang diinginkan.
  3. Simpan settingan dan exit
  4. Restart settingan # /etc/init.d/network restart

Kemudian untuk membuat IP Virtual Permanen di Debian, kita tinggal menambahkan script di bawah IP nyata nya, tapi pada kata eth0 diganti dengan eth0:1

Selamat mencoba dan berlatih…

Setting IP Address di Linux Fedora

14 Desember 2010 pukul 10:38 | Ditulis dalam Linux | 7 Komentar
Tag: , , ,

Setelah pada postingan sebelumnya saya membahas bagaimana cara Setting IP Address di Linux Debian , kini saya akan mencoba sedikit berbagi ilmu dan pengalaman mengenai cara setting IP Address secara permanen di Fedora.

Masih mirip dengan  sebelumnya, yaitu memakai 2 LAN Card (eth0 dan eth1) :

Misal kita akan menyetting dengan LAN Card-nya dikenal sebagai eth0, ketentuan sbb:

  • IP Address 1: 192.168.10.2
  • Netmask : 255.255.255.0
  • Broadcast : 192.168.10.255
  • IP Gateway: 192.168.10.1

Sedangkan untuk eth1 :

  • IP Address 2: 192.168.3.2
  • Netmask : 255.255.255.0
  • Broadcast : 192.168.3.255

Sebelumnya, pastikan kedua Lan Card sudah dikenal system, bila belum terdeteksi Lan Cardnya,  untuk membuatnya dikenal/dideteksi , ketikkan perintah :

# ifconfig eth0 up<enter>

# ifconfig eth1 up<enter>

Untuk menyetting IP di eth0, edit file /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-eth0, adapun settingannya sbb :

# vi /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-eth0<enter>

========================================

DEVICE=eth0
BOOTPROTO=static
HWADDR=EE:59:6B:8F:8c:67
IPADDR=192.168.10.2
NETMASK=255.255.255.0
ONBOOT=yes

========================================

Keterangan :

  • Default ketika settingan belum di edit dari DEVICE adalah eth0
  • HWADDR adalah MAC Adressnya dari Lan Card, bisa dihilangkan.
  • Default dari BOOTPROTO adalah dhcp, ganti menjadi static, artinya kita menkonfigurasi IP Addressnya secara static(manual), bukan dhcp
  • Default dari ONBOOT adalah no , ganti menjadi yes .

IP Broadcastnya tidak perlu dimasukkan tidak masalah, karena secara otomatis setelah settingan IP di simpan, settingan IP Broadcastnya menjadi 192.168.10.255, begitu juga dengan IP Networknya, tidak perlu dimasukkan di dalam konfigurasi tsb. Tetapi, kalau mau ngetik banyak – banyak juga tidak apa – apa, hehe.

Setelah settingan benar, simpan dengan cara menekan tombol Esc, diikuti :wq<enter> .

Kemudian, untuk menyetting IP Gateway-nya, di lain file, yaitu pada file /etc/sysconfig/network . Untuk mengeditnya, ketikkan perintah :

# vi /etc/sysconfig/network <enter>

========================================

NETWORKING=yes
HOSTNAME=andri
GATEWAY=192.168.10.1

========================================

Simpan settingan Esc > :wq <enter>

Di dalam file /etc/sysconfig/network ini, kita juga bisa mengganti hostname kita. Yaitu, pada HOSTNAME, ganti menjadi nama host yang diinginkan.

Untuk mengkonfigurasi IP di eth1, tinggal copas aja file ifcfg-eth0 ke ifcfg-eth1, lalu tinggal di edit, jangan lupa settingan HWADDR-nya, karena MAC Address eth1 tentunya berbeda dengan eth0. Caranya

# cp /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-eth0 /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-eth1 <enter>

Atau, kita masuk dulu ke direktori /network-scripts lalu baru mengkopi file ifcfg-eth0. Caranya :

# cd /etc/sysconfig/network-scripts<enter>

Untuk melihat isi dari direktori /network-scripts, ketikkan ls <enter>, di sana terdapat file ifcfg-eth0, lalu kopi menjadi ifcfg-eth1. Karena kita sudah berada di dalam direktori /network-scripts, maka untuk mengkopi , tinggal ketikkan perintah :

[root@andri network-scripts] # cp ifcfg-eth0 ifcfg-eth1<enter>

Sebenarnya, sama saja, tinggal mau pilih yang mana. hehe..Lalu edit file ifcfg-eth1 nya sesuai dengan IP nya.

# vi /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-eth1<enter>

========================================

DEVICE=eth1
BOOTPROTO=static
IPADDR=192.168.3.2
NETMASK=255.255.255.0
ONBOOT=yes

========================================

Simpan settingan. Lalu restart settingan :

# /etc/init.d/network restart

Kadang kala, ketika PC kita di restart atau mati kemudian di nyalakan (cold booting maksudnya), settingan IP kita belum “ON”, maksudnya ketika kita mengetik perintah ifconfig untuk melihat settingan IP Addressnya, kadang tidak muncul. Nah, untuk membuat settingan IP Addressnya muncul terus/selalu ON ketika setelah restart PC atau dinyalakan, ketikkan perintah :

# chkconfig network on <enter>

Secara otomatis, bila kita restart atau baru dinyalakan, maka IP Address akan “disimpan” atau “nyala” dengan sendirinya, sehingga tidak perlu di “up” dengan perintah ifconfig eth0 up.

Tes koneksi dengan perintah ping .

Selamat mencoba, ada kekeliruan, dikoreksi ea. Semoga bermanfaat.

Setting IP Address di Linux Debian

14 Desember 2010 pukul 09:53 | Ditulis dalam Linux | 5 Komentar
Tag: ,

Internet Protocol (IP) Address adalah  protokol lapisan jaringan (model OSI) atau protokol lapisan internetwork (model DARPA reference) yang digunakan oleh protocol TCP/IP untuk melakukan pengalamatan (addressing) dan routing paket data antar host/komputer dalam sebuah jaringan TCP/IP [wikipedia.org].

Nah, lalu gimana cara nyetting IP Address pada Linux Debian? Berdasarkan praktik mata pelajaran Local Area Network (LAN) dan Wide Area Network (WAN) ku dulu ketika masih mengenyam pendidikan di Teknik Komputer dan Jaringan SMK N 2 YOGYAKARTA, berikut konfigurasinya. Saya menggunakan Linux Debian Woody 3.0 r6.

Misal kita akan menyetting dengan LAN Card-nya dikenal sebagai eth0, ketentuan sbb:

  • IP Address : 192.168.10.2
  • Netmask : 255.255.255.0
  • Broadcast : 192.168.10.255
  • IP Gateway: 192.168.10.1

Maka, langkah selanjutnya adalah mengedit file /etc/network/interfaces dengan salah satu program text editor. Misal memakai VI.

# vi /etc/network/interfaces<enter>

=============================================

auto eth0
iface eth0 inet static
address 192.168.10.2
netmask 255.255.255.0
network 192.168.10.0
broadcast 192.168.10.255
gateway 192.168.10.1

=============================================

Simpan settingan dengan menekan tombol Esc, lalu :wq <enter>

Lalu restart settingan IP Address dengan cara :

# /etc/init.d/network restart

Untuk mengetesnya, ketikkan perintah ifconfig<enter> atau ifconfig eth0<enter>untuk melihat settingannya, settingan berhasil apabila konfigurasi IP Addressnya muncul, error = 0. Lalu tes koneksi dengan perintah ping.

# ping 192.168.10.2<enter>

Apabila settingan benar, maka akan muncul pesan di layar :

=============================================

PING 192.168.10.2 (192.168.10.2) 56(84) bytes of data.

64 bytes from 192.168.10.2:  icmp_seq=1 ttl=64 time=0.034 ms

64 bytes from 192.168.10.2:  icmp_seq=1 ttl=64 time=0.024 ms

64 bytes from 192.168.10.2:  icmp_seq=1 ttl=64 time=0.014 ms

- – - 192.168.10.2 ping statistic – - -

3 packets transmitted 3 packets received 0% loss, time 1000 ms

=============================================

Selamat mencoba, kalau ada yang keliru, mohon dikoreksi.

Kalau ada dua Lan Card (satunya eth1), misal saat membangun server dengan Debian, dengan IP Address 192.168.3.2/24 maka edit kembali file /etc/network/interfaces . Masukkan konfigirasi eth1 di bawah eth0, seperti berikut, untuk mengedit tekan tombol I :

# vi /etc/network/interfaces<enter>

=============================================

auto eth0
iface eth0 inet static
address 192.168.10.2
netmask 255.255.255.0
network 192.168.10.0
broadcast 192.168.10.255
gateway 192.168.10.1

auto eth1
iface eth1 inet static
address 192.168.3.2
netmask 255.255.255.0
network 192.168.3.0
broadcast 192.168.3.255

=============================================

Untuk lebih efisiennya, copas saja konfigurasi eth0 jadi eth1, ntar tinggal ngedit yang dicetak tebal itu. Bila pakai VI, maka cara copas nya :

  1. Taruh kursor disamping kiri huruf a (pada kata “auto“, atau di paling awal teks).
  2. Kemudian tekan tombol Esc, lalu 6yy (untuk mengkopi 6 baris dari awal kursor)
  3. Paste-kan di bawah nya dengan menekan tombol p
  4. Edit konfigurasi eth1
  5. Simpan settingan dengan menekan tombol Esc, lalu :wq <enter>

Lalu restart settingan IP Address dengan cara :

# /etc/init.d/network restart

Tes koneksi dengan perintah ping .

Selamat mencoba, kalau ada yang keliru, mohon dikoreksi.


Blog pada WordPress.com. | The Pool Theme.
Tulisan dan komentar feeds.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.