Melepas Rindu, Mengenang Masa Lalu #1


Stemsa-Setelah sedikit mengulas kenangan mengenai perjalanan awal saya di Stemsa, kini anda semua kami layani minat baca anda dan minta nge-blogg di dunia **** maya ini dengan sedikit juga hadirnya postingan yang akan mengajak anda untuk melepas rindu..hehe…tentunya diselingi dengan mengenang masa lalu.

Ok..pertama pelajaran Bahasa Indonesia di Stemsa dengan Pak Purwadi..

Pak Purwadi, B.A.

Diruang 27 SMK N 2 Yogyakarta, tepatnya barat ruang Self Access Study (SAS) jam 13.00 WIS (Waktu Indonesia bagian Stemsa –Admin), para murid berhamburan keluar untuk menikmati sedikit relaksasi..setelah kurang lebih 8 jam pelajaran duduk aktif dan menerima pelajaran yang sangat bermanfaat, amin, dan kini tiba waktunya untuk istirahat, sholat zhuhur, dan makan atau terserah anak-anak TKJ sih..Ya..yang pertama dan utama ya cethanya sholat.

Lalu ngobrol di depan ruang 27 yang sejuk akan angin sepoi2, karena di sebelah selatan Mushola Al Kautsar tersebut cukup rindang akan pepohonan, sehingga hembusan angin kiriman sang Pencipta pun kami rasakan. Dan bel tanda masuk pelajaran pun berbunyi..Usai sudah sedikit relaksasi 15 menit di luar kelas. Kami pun masuk ke kelas dengan tergesa – gesa. Sebagai murid baru, tentunya manut-manut dulu..ntar kalo udah lama agak ndableg rapopo.wkwkwwk.

Agak lama kami menunggu kehadiran bapak/ibu yang akan mengampu pelajaran Bahasa Indonesia…lalu datanglah seorang Bapak dengan kulit sawo matang, berjenggot, berkopyah dan menenteng beberapa file, buku dan map di tangannya. Lalu masuk menuju ruang 27 yang ramai, perlahan suasana kelas pun jadi tenang dengan sosok yang religius tersebut. Beliau pun menyapa kami dengan surara khasnya, “Assalamualaikum wr. wb..”, dan kami pun menjawab salam beliau.

Beliau pun mulai berkata – kata, “Anak – anak,  bahwa saya di sini menggantikan guru Bahasa Indonesia yang harusnya mengajar kelas 1 TKJ hari Selasa, jam 9-10. Tapi karena beliau berhalangan hadir, maka saya disuruh untuk mengisi kelas kalian..”. Ow…gitu pak, batinku. Beliau pun memulai pertemuan pertama dengan cerita banyak sekali..salah satunya bahwa beliau bernama Gus Pur..ya begitulah para guru biasa memanggi Pak Purwadi.

Dengan sangat merendah, bahwa beliau bukan guru Bahasa Indonesia, rumahnya jauh di Wonosari, dan intinya cerita beliau sangat nrenyuhake..Dengan sedikit humor yang bikin kami tertawa lepas..beliau nggarapi muridnya!!haha..dan aku pun jadi bahan tertawaan..Ya..sabar. Kata – katanya cukup mendalam, tegas, mengena dan kadang nyindir sebuah fakta.Ya..dari pada gosip. Katanya rumahnya di pinggir pantai Baron, dengan detail beliau mendiskripsikan bagaimana akses jalan menuju rumahnya..eh ternyata rumahnya bukan di sana..Kami pun menganggap rumah Pak Pur jauh..tapi ternyata…kah….bukan di situ. Sambil promosi mobilnya yang sering disewa, dan ahk..bikin ketakutan kalau jadi bahan lelucon beliau..

Dan kami pun baru sadar beliau adalah Guru Bahasa Indonesia kami ,, setelah beberapa kali pertemuan dan humor beliau. Ternyata…orang yang selama ini ketemu kami di hari Selasa, di ruang 27 jam 9-10 (13.15 – 14.34) adalah guru kami. Ya ampun..oalah Pak..ndadak ngrendah buanget..sampai – sampai kami cukup tertipu dengan gaya bahasa beliau.Maklum lah, namanya juga guru Bahasa Indonesia.

hem..itu sedikit kenangan dan sosok guru yang lumayan bisa dirindukan..Terimakasih Pak Purwadi..kedekatan kami dengan anda..tak mungkin dilupakan.amin..terimakasih pak….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s