Untuk PJS #2


Masih melanjutkan postingan sebelumnya mengenai OSIS. Gebarakkan – gebrakkan tersebut memang harus mendapat dukungan dari dalam OSIS itu sendiri. Mengingat, dengan niat dari hati BPH nya sendiri itulah, maka perubahan akan bisa terjadi, pelan namun pasti secara bersama – sama dan continue/berkelanjutan, transformasi yang menjadi agenda sebelumnya bias tercapai. Kemudian metamorphosis dari OSIS periode yang kurang baik, berubah menjadi OSIS yang lebih baik. Sesuai hakekat matamorposis tersebut, dari yang awalnya kurang baik/jelek berubah menjadi indah layaknya kupu – kupu yang baru saja selesai bermetamorposis.

Dalam perjalanan OSIS bermetamorposis tersebut, banyak kendala. Antara lain :

  1. Masa promosi OSIS yang kurang optimal
  2. Ketua Umum yang dipaksa mencalonkan diri sebagai bakal calon Ketua Umum
  3. Masa seleksi – pelantikkan yang relatif singkat.
  4. Setelah dilantik, kurang pedulinya BPH akan OSIS, belum mempunyai rasa memiliki/handarbeni.

Nah, yang ingin saya bahas sementara bagian masa seleksi hingga pelantikan yang waktunya cukup singkat.

Dari masa pendaftaran s.d. pelantikkan yang relatif singkat, menyebabkan BPH baru belum terbiasa dengan OSIS. Kita lihat organisasi lain di bawah OSIS. Ada tahapan – tahapan sebelum mereka resmi menjadi anggota organisasi tersebut. Mulai dari pendaftaran, pengenalan/pemantaban, ikut kegiatan – kegiatan yang diselenggarakan organisasi tersebut, ikut lomba dsb baru pelantikkan. Hal tsb mempunyai dampak yang baik bagi calon anggota baru. Oh..ternyata kegiatan di organisasi “x” itu seperti ini, kalau mengemas acara, seperti ini, kaya gini, dsb. Mereka (calon anggota) bisa melihat kinerja seniornya. Jadi, secara tidak langsung, sebelum mereka dilantik ataupun menjabat sebagai pengurus harian, mereka mendapatkan sedikit materi tentang keteladanan dalam perjalanan awal s.d. pelantikkan. Mereka bisa melihat, merasakan dulu sebagai “tamu”.

Hal tsb beda jauh dengan OSIS MPK. Masa dari pendaftaran s.d. pelantikkan cukup singkat. Sekitar 2 minggu mungkin. Ya..rata – rata di setiap sekolah memang seperti itu. Pendaftaran, seleksi, pelantikkan, baru ada semacam kegiatan pembekalan, pengenalan, dan kegiatan OSIS lainnya yang memang sudah ditetapkan dalam program kerjanya.

Sebetulnya, perbedaan tsb terletak pada proses pengenalan (pembekalan ) saja. Kalau sub sie OSIS melaksanakan kegiatan pengenalan, pembekalan di awal (sebelum dilantik), OSIS justru melaksanakan kegiatan tsb setelah dilantik. Namun, menurutku pengenalan dan  pembekalan bagi calon pengurus  diberikan di awal sebelum pelantikkan, lebih menguntungkan dalam penempatan posisi BPH nantinya.  Karena, MPK dan BPH lama (senior), tentunya sudah bisa melihat watak, karakter, kemampuannya, keseriusan dia saat kegiatan ini itu, seberapa sering dia main ke beskem,  sehingga kita punya gambaran mengenai kepribadian calon BPH tersebut sejak awal.

Gambaran mengenai kepribadian calon BPH yang terlihat sejak kegiatan awal sebelum pelantikkan tsb, bisa dijadikan salah satu pedoman ketika pembentukkan BPH baru. O..si “A” cocoknya menjabat sebagai ketua dengan pertimbangan ini ..bla – bla – bla, si “B”, jadi ini, dsb.

Kembali lagi ke prosedur yang telah ditetapkan pihak MPO/Kesiswaan (sekolah) tadi. Sistem yang saya jelaskan di atas dalam proses penempatan posisi/jabatan di BPH OSIS belum demikian. MPK dan pihak – pihak terkait mungkin hanya berpedoman pada hasil tes tertulis dan tes wawancara. Khususnya, pedoman ini berlaku pada calon BPH yang belum pernah menjabat di OSIS. Beda dengan pertimbangan calon BPH di OSIS yang mungkin calon tsb di tahun sebelumnya pernah ikut OSIS, MPK atau organisasi lain. Tentunya sudah punya pertimbangan sendiri. Jadi, konteks system pedoman yang saya tekankan di sini, bagi mereka yang belum pernah ikut OSIS/MPK. Jadi, pembekalan di awal akan lebih menguntungkan bila dibandingkan setelah pelantikkan.

Karena, bisa saja pada saat tes wawancara khususnya, calon BPH tersebut mempunyai jawaban yg meyakinkan, dg bahasa yang menarik si pewawancara (MPK). Nah, setelah pelantikkan, barulah kelihatan kekurangannya, mungkin jarang main ke beskem, rapat tidak pernah ikut, OSIS punya kegiatan tidak pernah muncul saat kegiatan, tentunya hal tersebut merugikan OSIS bukan? Semoga tidak terjadi di periode selanjutnya . Amiin. Mungkin, justru yang saat wawancara tidak terlalu pandai berbicara sehingga menyebabkan jawabannya kurang meyakinkan, namun tidak terpilih.  Tetapi calon yang tidak terpilih tersebut, ternyata punya komitmen yang besar untuk memajukan OSIS. Ya..karena tidak terpilih tadi, OSIS mungkin kehilangan bibit – bibit unggulnya. Makanya, akan lebih baik jika proses pembekalan, pengenalan/orientasi OSIS dilakukan sebelum pelantikkan. Ada nilai plusnya kan..Bersambung.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s