Refleksi Sumpah Pemuda


Peserta Kongres Sumpah Pemuda II (id.wikipedia.org)

Membahas Sumpa Pemuda, mungkin kita mencoba untuk kembali mengingat materi/pelajaran sejarah SD s.d SMK/SMA. Dalam pelajaran sosial atau Pendidikan Kewarganegaraan tersebut, mungkin termuat di dalamnya. Sebuah momentum kebangkitan para pemuda dari berbagai pelosok Tanah Air, mendedikasikan pemikiran dan hatinya untuk satu tujuan, satu tekad dan satu untuk Indonesia.

82 tahun sudah, ikrar Sumpah Pemuda diukir dalam sejarah panjang negeri ini. Berawal dari Kongres I, 27 Oktober 1928  sampai Kongres II, 28 Oktober 1928, akhirnya janji setia generasi muda Indonesia ini diikrarkan. Adanya Sumpah Pemuda merupakan salah satu bukti nyata bahwa para pemuda turut membangun bangsa ini untuk meraih apa yang dinamakan merdeka. Sumpah Pemuda ini pula, yang turu andil menjadi bukti bahwa negara Indonesia (bukan Hindia Belanda) ada, hanya saja pernyataan mengenai adanya negara Indonesia belum tercetuskan dan belum diakui.

Sumpah atau janji yang menyatakan satu tumpah darah, Tanah Indonesia, satu bangsa, Bangsa Indonesia dan menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia. Sebuah filosofi janji yang maknanya sangat dalam bila dikaji dan punya dampak yang besar terhadap perjuangan Indonesia untuk merdeka tanpa ada belenggu dari pihak manapun.

Salah satu dampaknya adalah bahwa pemuda punya peran yang besar dalam membangun negeri Indonesia. Peran yang besar itulah, maka seharusnya Pemerintah Indonesia lebih memperhatikan generasi mudanya. Begitu juga para generasi mudanya, jangan berdiam diri, seenaknya saja menentang pemerintah,dsb. Berkaca dari banyaknya demo menentang atau menilai kebijakkan pemerintah yang dirasa kurang merakyat, tidak memihak rakyat, mungkin menjadi bukti nyata, bahwa memang, pemerintah belum bisa “menyenangkan” hati rakyat. Kalau kita lihat banyaknya demo tersebut, sebagian besar para peserta demo adalah mahasiswa – mahasiswi negeri ini, tentu saja rata – rata tergolong dalam “pemuda”.

Kelompok yang cukup pas bila mendapat gelar “intelektual” muda tersebut, memang membanggakan bila dinilai dari keberanian mengeluarkan pendapat, uneg-unegnya kepada pemerintah. Pasalnya, kebebasan berpendapat memang dijamin dalam UUD 1945. Inilah, para pemuda yang pandai berbicara, berargumen dan mempertahankan prinsip. Salut untuk pemuda Indonesia jaman sekarang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s