Hujan Abu mengguyur DIY


Sabtu dini hari, Gunung Merapi kembali memperlihatkan peningkatan aktivitas vulkaniknya. Sekitar pukul 00.40 WIB Gunung Merapi menyemburkan awan panas disertai bunyi letusan yang kabarnya terdengar hingga radius kurang lebih 20 km dari puncak Merapi. Lantas, bunyi letusan yang terdengar cukup keras ini membuat panik warga sekitar lereng gunung Merapi. Karena, menurut berita yang aku lihat tadi habis shubuh, warga jarang mendengar letusan sekeras ini ketika Merapi erupsi.

Awan panas yang katanya jangkauannya mencapai radius 10 km dari puncak Merapi, lantas membuat DIY, khususnya Sleman diguyur hujan abu vulkanik. Bahkan, hujan abu ini sampai ke daerah Kabupaten Bantul. Rumahku pun tak luput dari guyuran abu pekat ini. Ya, desa Kalimanjung, Ambarketawang, Gamping, Sleman yang merupakan wilayah perbatasan antara Sleman dan Bantul ini pun juga diguyur abu vulkaniknya Gunung Merapi.

Suasana seperti ini pun tak  jauh beda dengan daerah lain. Jalanan, genting, pepohonan dan fasilitas – fasilitas lainnya juga tertutup abu tersebut setebal kurang lebih 0,5 cm sampai 1 cm tergantung jauh dekatnya dengan Merapi. Rumahku saja, genting, pepohonan dan bibir sumur juga tertutup abu. Jalanan berubah warna, dari yang sebelumnya hitam kecoklatan, kini berubah drastis menjadi abu – abu dan berbau seperti belerang dan bau terbakar. Begitu juga dengan jalanan protokol, jalan Ringroad, dan hampir semua jalanan di Sleman, Yogyakarta dan beberapa di Bantul juga tertutup abu vulkanik tersebut. Debu – debu berhamburan ke mana – mana. Hal ini mengakibatkan seluruh warga yang berkendaraan maupun yang berlalu lalang menyusuri jalanan Kota memakai masker, slayer dan alat penutup lainnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dibalik pekatnya abu dan debu yang menyelimuti DIY tersebut, suasana cukup mencekam dengan mendungnya langit. Hal ini disebabkan abu vulkanik yang hingga saat ini (8.00) masih terus mengguyur daerah ini, sehingga langit tertutup abu vulkanik dan mendung. Jalanan pun demikian, hamburan debu mengakibatkan jarak pandang pengendara kurang dari 500 meter. Namun, ada hikmah tersendiri tentunya dibalik hujan abu vulkanik tersebut.

Diantara hikmah dan berkah yang ada dibalik erupsi Merapi tersebut antara lain tanah menjadi subur, apotik kebanjiran order masker dan obat – obatan, slayer pun turut laris karena banyak dicari para pengendara, khususnya pengendara motor. Tentunya, kita juga tidak menginginkan musibah ini terjadi. Kita hanya berharap semoga erupsi Merapi segera berakhir. Amin.

Semangat teman  – temanku dan saudara – saudaraku yang ada di sekitar Merapi.

foto : krjogja.com

4 thoughts on “Hujan Abu mengguyur DIY

  1. Seumur hidup baru kali ini saya merasakan kejadian seperti ini, mungkin dulu kita hanya melihat dari layar TV tp sekarang kita sendiri yg merasakan kejadian tersebut. .

    Kita sebagai manusia hanya bisa berusaha dan berdoa, selagi kita mampu berusaha ‘n berdoa kenapa tidak ?
    Jangan hanya karna kejadian ini saja kita ingat kepada Allah SWT, mungkin ini sebagai peringatan bagi kita semua agar kita s’lalu ingat kepada-Nya. .

    Semoga dengan kejadian ini kita bisa menjadi lebih baik daripada sebelum-sebelum’y. .

    Amiend

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s