Manusia dan Keindahan


DUA MACAM PANDANGAN KEINDAHAN DALAM KARYA SENI

Keindahan dalam karya seni merupakan suatu keharusan. Dengan kata lain keindahan melekat dan berpadu, atau bersifat inherent dalam karya seni. Dalam upaya tersebut, pemikiran pada umumnya bermula dengan pernyataan – pernyataan yang membuka persoalan secara beruntun sebagai berikut :

  1. Apakah kindahan itu ?
  2. Apakah keindahan terletak dalam subyek yang dipilih seniman, misalnya : seorang wanita cantik, matahari di kala mula terbit atau menjelang terbenam, atau setangkai bunga tanaman hias yang segar dan harum?
  3. Ataukah keindahan itu terletak di mana-mana, di batu-batu , sunggai-sungai, hutan-hutan dan gunung-gunung, bahkan di pelimbahan sekali pun? Bahkan dalam hati pikiran manusia?

Dalam hubungan ini salah seorang filosuf Yunani Kuno, Plato yang hidup kira-kira 427-347 sebelum Isa Al Masih-berkeyaninan bahwa keindahan itu ada di dalam pernyataan gagasan dari pikiran yang murni, yang tak mungkin diharapkan ada atau muncul sepenuhnya di muka bumi atau alam semesta ini.

Menurut Plato, keindahan itu mungkin saja berkilas paling jelas di dalam kebenaran – kebenaran yang ditemeukan melalui logika. Dengan demikian melalui ilmu yang penalarannya tersusun dengan amat baiknya.

 

 

Bagi Palto, pengalaman keindahan tidak pernah bergantung pada senang atau tidak senangnya seseorang atau pribadi-pribadi pada subyek artistic, melainkan terletak pada pemahaman intelektual terhadap subyek artisitik itu. Kemudian beberapa pemikiran Kristiani seperti St. Agustine (354-430) dan St. Thomas Aquinas (1225-1274) berkeyakinan seperti Plato bahwa kebenaran intelektual dan keindahan itu adalah sinonimus atau bersinonim.

Menurut paham ini pengertian yang jelas terhadap kebenaran sejati akan membuahkan persepsi keindahan. Perkembangan selanjutnya kebenaran yang dimaksudkan dalam ciptaan budaya dan seni adalah kebenaran sebagai yang diwahyukan oleh Tuhan dalam ciptaannya.

Detail : KEINDAHAN TRANSDENTAL

Sumber : Buku Ilmu Budaya Dasar kalo nggak Ilmu Sosial Dasar (lupa). Kalau tidak salah perangnya Sulaiman Munandar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s